BUPATI CIREBON TERIMA KUNJUNGAN KERJA INVESTOR CHINA

DSCF0943Dalam rangka peningkatan pembangunan di Kabupaten Cirebon dan untuk mewujudkan Cirebon menjadi Kota Industri, pada tanggal 24 Juni 2016, Bupati Cirebon Drs. H. Sunjaya Purwadisastra, MM,. MSi. Melakukan pertemuan dengan CIO ( Chaines international Organizing /Gabungan pengusaha cina ) yang diprakarsai  oleh PT. ANI ( Amanah Nusantara International ).

Tujuan  pertemuan tersebut untuk membicarakan penanaman modal di Kabupaten Cirebon dalam rangka menciptakan metropolitan Cirebon Raya.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur CIO beserta jajarannya , Direktur PT Amanah Nusantara International dan Bupati Cirebon Drs. H. Sunjaya Purwadi, MM., MSi..

Pada kesempatan tersebut Bupati Cirebon Drs. H. Sunjaya Purwadisastra MM. MSi. mengatakan untuk mewujudkan Cirebon sebagai Metropolitan raya terbentur oleh dana, namun saat ini masalah  tersebut akan segera terealisasi karena Negara Chuna melalui CIO akan  bekerja sama dengan PT. Amanah Nusantara International akan menanamkam modalnya  di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon mengatakan CIO dan PT. Amanah Nusantara Internasional akan membangun indutri dan pelabuhan perikanan  bertaraf international, sementara di China luas lautnya sangat sempit namun  penduduknya padat sehingga China sangat membutuhkan ikan, dengan kata lain China yang membangun dan sekaligus yang mengkonsumsinya.

Adapun lokasi pembangunannya akan memerlukan lahan sekitar 20.000 hektar dan ini akan kita siapkan di daerah mundu sampai losari.

Direktur PT. Amanah Nusantara International Isthiaq M. Khan menjelaskan  CIO adalah  merupakan suatu lembaga permodalan yang berkedudukan di China yang memiliki anggota sekitar 2.600 perusahaan dan diantaranya 600 anggota dari CIO merupakan BUMN . Sementara  PT. Amanah Nusantara International mengadakan kerja sama dengan CIO tersebut untuk mewujudkan impian Bupati Cirebon menjadikan Cirebon Metropolitan Raya.

Sedangkan Direktur Presiden CIO mengatakan melalui juru bahasanya mengatakan para investor tidak akan lagi menanamkan modalnya ke Jakarta karena berbagai pertimbangan diantaranya Jakarta telah padat dengan industry, mahalnya operasional dan susahnya mencari lahan. Dan akhirnya Cirebon ditunjuk menjadi titik tumpuan  penanaman modal dari para investor dengan alasan  sebagai kota yang sedang berkembang,  masih tersedianya lahan untuk pembangunan, dan jarak anatara Cirebon dengan ibu kota tidak terlalu jauh serta ditunjang dengan berbagai fasilitas lainnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pendataan lapangan oleh CIO didampingi  team dari PT. Amanah Nusantara International ke daerah kawasan Kabupaten Cirebon wilayah timur untuk melihat langsung berbagai potensi yang ada di kawasan tersebut. (Sohidin, diskominfo)(24-06-2016)