Masyarakat Ikuti Haul Pesantren Buntet Cirebon

Ribuan Masyarakat memadati Halaman Masjid Agung Pondok Pesantren Buntet Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon guna mengikuti acara tahunan dan rutin yakni Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren yang dilaksanakan pada Sabtu malam (06/04/2013).

H. Ahmad Syauqi Chowas, S.Pdi selaku panitia Haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon menyampaikan bahwa Haul Almarhumin Sesepuh dan warga Pondok Pesantren Buntet Tahun 2013 mengambil tema “Melestarikan Tradisi Pesantren untuk Persaudaraan dan Kemaslahatan Bangsa“ dengan tujuan memperkokoh tali ukhuwah antar keluarga besar Pondok Pesantren Buntet, menggali nilai-nilai perjuangan para soleh/solihin untuk diimplementasikan dalam laku keseharian, mengembangkan citra dan jati diri pesantren yang penuh kedamaian dan persaudaraan. Selain itu, juga merangkai pilar-pilar peradaban baru Indonesia dengan semangat yang inklusif, humanis dan religius, memantapkan hubungan antar segenap warga Negara dalam rangka menggapai citra kehidupan yang mutawaddin dalam struktur yang telah dicita-citakan dan menjaga silaturahmi dan persaudaraan dengan menjadikan perbedaan sebagai rahmat.

H. Ahmad juga melaporkan beberapa kegiatan penunjang yang sudah dilaksanakan diantaranya pada hari selasa (02/04/2013) pengobatan gratis dan donor darah,  pada hari Kamis (04/04/2013) Nikah missal sebanyak 30 pasang dan Bahtul Masyail Adiniyah, Khitanan Massal dan Pagelaran Seni Rakyat pada hari Jum’at (05/04/2013), Sabtu (06/04/2013) Sema’an Alqur’an, Ziarah Kubur dan tahlil umum bersama para masyaif dan habbait.

Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon K.H. Nahdudiddin Royandi Abbas mengucapkan  banyak terima kasih kepada semua yang telah membacakan ayat-ayat suci Alqur’an dan  do’a, beliau juga berwasiat kepada pelajar dalam belajar dan bekerja harus ikhlas, jujur  dan yang harus diperhatikan dan paling dibutuhkan dalam kehidupan ini, karakter pesantren harus berakhlak baik serta harus tawadhu.

KH Adib Rofiuddin Izza atas nama ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pesantren Buntet mengatakan bahwa pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang cakap dalam bidang agama saja tetapi juga harus mampu menciptakan lulusan yang menguasai bidang keilmuan lainnya. Beliau juga menambahkan Lulusan pesantren harus dapat menjadi sosok yang bermanfaat dan orang besar bagi negara, serta sebagai orang yang berpengaruh di Indonesia dalam bidang keilmuan apapun.

Sementara Staf Ahli Bupati Drs. H. Harry Safari, M, MM dalam sambutan Bupati Cirebon menyampaikan ada beberapa hal mendasar berkaitan dilaksanakannya haul  yakni pentingnya arti mengingat kematian, kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT siap mengambil nyawa kita tanpa perlu permisi, kebutuhan mengenang jasa-jasa almarhum agar kita bisa meniru, menghidupkan lagi, menyebarkan amal-amal sholeh yang telah dilakukan olehnya dengan kata lain haul adalah sebuah upaya melanjutkan sunah, khasanah yang telah dilakukan almarhum, jika hal ini bisa dilakukan dengan baik maka pahala bukan hanya kita yang mendapatkan tetapi juga bagi almarhum. Dan yang penting adalah mendoakan almarhum, mengirimkan doa, ritual secara berjama’ah, tidak hanya berdimensi transendental. Selain itu haul merupakan forum perjumpaan dan solidaritas sosial karena dengan berkumpul atau berjamaah, simpul/jaring sosial akan kokoh.

Sebagai Alumni Pondok Pesantren Buntet, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Helmy Faishal Zaeni menyampaikan bahwa pesantren itu bukan barang rongsokan dan bukan sesuatu yang dipandang sebelah mata akan tetapi Pesantren merupakan aset sejarah yang luar biasa.  Beliau mengatakan jangan pernah ragu untuk para wali murid yang anaknya ikut dalam Pondok Pesantren Buntet karena terbukti  banyak yang sukses di berbagai bidang.

Di sela-sela para pengunjung yang memadati komplek pesantren dalam malam puncak peringatan haul tersebut, hadir pula beberapa lulusan Pondok Pesantren Buntet seperti Direktur Kantor Berita ANTARA Saeful Hadi Idham Cholid. Selain itu juga, hadir KH Ali Musthofa Ya’qub, Rais Syuriah PBNU serta Al-Habib Muthohar dari Semarang untuk menyampaikan taushiyah.

(Bens/Yoyon,Diskominfo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.